Characteristics

Hortikultura

Hidroponik

>1000 mdpl

Curah hujan tinggi

7

Location

Jl. Kaliurang km 19,5
Pakem, Sleman, Yogyakarta

Karekteristik Lahan

Lahan Hidroponik Amboja berlokasi di Jalan Kaliurang Km. 19.5 Sleman, Yogyakarta. Luas lahan ini mencapai 2.700 M2 dan menjadi lahan hidroponik terbesar di Yogyakarta. Lahan Purwodadi ini memiliki sekitar 40 konstruksi hidroponik dan proses penambahan 11 konstruksi baru. Di bawah konstruksi hidroponik ini berbagai komoditas sayur Amboja ditanam dan dirawat oleh lima orang tenaga profesional di bidang hidroponik. Amboja mengacu pada precision farming dengan pemberian nutrisi yang tepat dan tanpa pestisida pada setiap komoditas yang ditanam. Media tanam yang digunakan dalam budidaya hidroponik Amboja adalah rockwool karena memiliki kemampuan menyerap dan mengikat air sangat baik. Suhu rata-rata lahan Purwodadi ini 21 derajat celcius dengan curah hujan 3675 mm/tahun. Lahan hidroponik Amboja menggunakan sistem NFT (Nutrient Film Technique). Sistem ini dilakukan dengan cara meredam sebagian akar tanaman yang sudah mengandung pupuk. Sebagian lagi berada di atas permukaan air yang bersirkulasi selama 24 jam secara terus menerus. Lapisan air ini sangat tipis sekitar 3 mm seperti lapisan film.

Proses

IMG_7365

Penanaman

Proses di awali dengan pembenihan dengan menggunakan rockwool yang dipotong, dilubangi dan dibasahi. Kemudian benih disemai pada rockwool, dieram satu malam dan ditempatkan di persemaian selama tiga hari. Kemudian bibit dipindahkan untuk siap ditempatkan ke dalam konstruksi pembesaran selama 17 hari. Setelah usia tersebut, bibit tanaman dipindahkan pada konstruksi masing-masing komoditas. Ambil lembaran rockwool kemudian masukan ke lubang tanam dan pastikan bahwa akar dan rockwool menyentuh air. Tanaman dirawat selama 40 hari dengan memastikan pompa air menyala, bak air dan nutrisi terisi penuh dan aliran air lancar

Pemeliharaan

Pemberian nutrisi dilakukan setiap tiga hari sekali dengan nutrisi yang diproduksi oleh PT Indmira. Setiap pengisian air dilakukan dengan pengecekan pada selang yang mengalir di setiap pralon konstruksi. Penanganan hama dan penyakit dilakukan sedini mungkin karena Amboja meminimalisir penggunaan pestisida. Apabila serangan hama dan penyakit sudah melebihi ambang normal maka semua tanaman dan konstruksi akan dibongkar untuk disterilkan

Panen

Proses pemanenan dilakukan dengan mencabut tanaman dari lubang tanam. Kemudian akarnya diperas setelah itu disusun dikeranjang panen. Periode pemanenan dilakukan sebanyak 2 kali sehari pada pukul 10.00 WIB dan pukul 14.00 WIB. Jumlah panenan disesuaikan dengan pre-order setiap harinya. Biasanya setiap lubang tanam dapat menghasilkan satu pack komoditas sayur. Apabila tanaman kecil, maka dua lubang tanam menjadi satu pack

Photos

Tertarik dengan produk kami?